Aktivitas VS Produktivitas ? 

Manakah dari dua hal tersebut yang benar-benar bernilai, aktivitas ataukah produktivitas?.. apakah diri anda termasuk orang sibuk ? atau kah orang produktif ?. Simak artikel berikut ini, untuk mengetahui seberapa produktifkah diri anda dalam pekerjaan.

  1. Orang sibuk ingin terlihat seperti punya misi, Orang produktif memiliki misi untuk kehidupan mereka

man-1148982_960_720

Orang –orang sibuk menyembunyikan keraguan mereka tentang tujuan hidup dengan bertindak percaya diri dalam langkah-langkah kecil yang mereka ambil. Orang produktif memungkinkan orang lain untuk melihat keraguan dalam langkah-langkah kecil yang mereka ambil karena mereka mempunyai tujuan yang jelas.

  1. Orang sibuk memiliki banyak prioritas, Orang produktif hanya memiliki beberapa prioritas.

Tidak kegiatan yang terlalu sibuk, Orang yang peduli akan meluangkan waktu. Karena hidup adalah prioritas, Setidaknya anda memiliki 3 prioritas dalam hidup anda, akan tetapi jika anda memiliki 25 prioritas dalam kehidupan anda, anda benar-benar berantakan. Prinsip Pareto adalah 80 % dari hasil yang anda inginkan hanya 20% yang merupakan hasil kerja keras anda.

prioritas

“Henry Ford membangun keberuntungan tidak dengan membangun mobil yang lebih baik, tetapi dengan membangun sistem yang lebih baik untuk membuat mobil.

Orang-orang sibuk mencoba untuk membuat mobil yang lebih baik, orang yang produktif mengembangkan sistem yang lebih baik untuk membuat mobil.

  1. Orang sibuk menjawab kata “Ya” dengan tergesa-gesa, Orang produktif mengatakan “Ya” dengan perlahan.

businessmen-1039905_960_720

Definis integritas menurut Warren Buffet adalah “Katakan tidak untuk banyak hal”

Jika anda tidak mengatakan “tidak” untuk banyak hal, anda menyelami hidup anda dengan menjadi potongan-potongan kecil yang tersebar diantara prioritas orang lain. Integritas anda adalah bagaimana anda melayani nilai-nilai yang menjelaskan tentang anda.

  1. Orang sibuk focus pada tindakan. Orang produktif focus pada kejelasan sebelum bertindak.

alur

Anda harus mendapatkan kejelasan tentang apakah kegiatan tersebut untuk diri anda atau yang lain, Sumber daya apa yang anda perlukan untuk melakukannya.

Membimbing diri anda untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, karena saat ini orang-orang hanya mendokumentasikan pengalaman harian mereka di social media, seperti mengunggah status di facebook. Bagaimana jika anda mengambil waktu sekitar 5 menit untuk menuliskan kegiatan harian anda, pekerjaan apa yang belum anda selesaikan, dan mengambil beberapa waktu untuk membuat diri anda terinspirasi.

  1. Orang sibuk membuka semua pintu peluang, orang produktif sebaliknya

peluang

Sebagai kawula muda, membuka semua peluang merupakan hal yang baik seperti melakukan tur ke beberapa daerah, belajar bahasa, mendaki gunung, pergi ke universitas atau tinggal di luar negeri. Akan tetapi, akan datang satu titik dalam hidup seseorang dimana anda harus melepaskan pilihan PALING dan FOKUS. Seperti, tahun ini jika tujuan anda adalah belajar spanyol, maka anda akan focus dan berbicara bahasa spanyol sampai pada akhir tahun anda dapat berbicara bahasa spanyol.

  1. Orang sibuk berbicara bagaimana sibuknya mereka, Orang produktif membiarkan hasil mereka yang berbicara.

business-1137397_960_720

Stephen King mengatakan” Seorang penulis adalah produsen kata-kata”, Jika anda menghasilkan kata-kata maka anda adalah seorang penulis, Jika tidak menghasilkan kata-kata anda bukan seorang penulis”.

Seorang penulis tidak berbicara tentang buku berikutnya, mereka difokuskan untuk memproduksi tulisan mereka. “Kinerja masa lalu adalah satu-satunya indicator yang baik dari kinerja masa depan”. Merasa produktif tidak sama dengan menjadi produktif. Hal ini penting, Seperti ketika anda merasa produktif ketika menghasilkan posting blog yang sangat baik dimana hal tersebut dapat membantu orang lain untuk melakukan yang lebih baik.

  1. Orang sibuk berbicara betapa sedikitnya waktu yang mereka miliki, orang produktif meluangkan waktu untuk hal-hal yang penting.

“Setiap waktu yang kita gunakan hanya untuk beralasan, tidak akan menghasilkan apapun”

Jika anda membiarkan diri anda untuk selalu membuat alasan, anda hanya akan mendapatkan hasil alasan yang lebih baik. Orang produktif tidak menggunakan waktu sebagai alasan.

  1. Orang sibuk mengerjakan banyak hal, Orang produktif focus pada suatu hal

busy

Orang produktif focus terhadap apa yang akan atau sedang ia kerjakan. Apakah anda tahu tentang teknik Podomoro?. Mungkin teknik tersebut keterlaluan, akan tetapi berjalan dengan efektif, yaitu mengidentifikasi tugas yang harus dilakukannya (misal, menulis posting blog ini) dengan mengatur waktu 20 menit untuk menyelesaikannya, dan anda benar-benar menyelesaikannya  tepat waktu, Jika hal tersebut anda jalankan berapa banyak hal yang bisa anda selesaikan dalam satu hari?

  1. Orang-orang sibuk menanggapi email dengan cepat. Orang produktif mengambil sementara waktu untuk berpikir.

Email merupakan daftar prioritas, masalahnya hal tersebut merupakan prioritas orang lain bukan milik anda. Jika anda selalu menanggapi email dengan cepat, anda membagi hidup anda menjadi ribuan potongan kecil untuk melayani prioritas orang lain. Orang produktif mengambil beberapa waktu untuk menentukan prioritas.

  1. Orang sibuk ingin orang lain ikut menjadi sibuk, Orang produktif ingin orang lain menjadi efektif.from-onward_1

Manajer yang sibuk mengukur aktivitas dari waktu, manajer yang produktif mengukur pekerjaan dari hasil.

Manajer yang sibuk tampak frustasi ketika melihat orang lain santai, seperti mereka mempunyai waktu luang, seperti menikmati pekerjaan mereka.

Manajer produktif suka melihat orang lain menikmati pekerjaan mereka, suka menciptakan suatu lingkungan dimana orang lain bisa lebih unggul.

Ada pepatah Hindu mengatakan: ”Kita memiliki hak atas tenaga kerja yang kita miliki, bukan untuk hasil kerja mereka”

Produktifitas menilai perjalanan menuju keunggulan, bukan setiap aktifitas

  1. Orang sibuk bicara tentang bagaimana cara mereka akan berubah, Orang produktif membuat perubahan.

Kilian Jornet tidak menghabiskan waktu untuk banyak berbicara, tentang apa yang akan dilakukan. Dia berbicara tentang apa yang telah dia lakukan, pelajaran apa yang dapat saya ambil, dan apa yang membuat dia  terinspirasi.

Lebih baik dedikasikan waktu yang anda gunakan untuk berbicara tentang apa yang akan anda lakukan dengan menciptakan langkah pertama dalam perubahan anda. Apa yang dapat anda lakukan dengan sumber daya, pengetahuan dan dukungan yang saat ini anda miliki?…

Ini merupakan contoh, bagaimana alam semesta memberikan penghargaan.

Kita dilahirkan dengan potensi yang luar biasa, ketika anda di usia 20 tahun pujian tersebut merupakan pujian terbaik atas potensi yang banyak anda miliki, ketika anda berusia 30 tahun pujian atas potensi anda masih dapat diperjuangkan, akan tetapi ketika anda berada di usia 40 tahun dan mendapatkan pujian tersebut, tentu itu merupakan sebuah penghinaan, dan jika di usia 60 tahun anda dipuji karena memilki banyak potensi di dalam diri anda, hal tersebut merupakan penghinaan paling kejam atas kehidupan yang anda buat. Oleh karena itu, Jangan melepaskan potensi yang ada pada diri anda. Buatlah sesuatu yang menakjubkan. Itulah penghargaan terbaik dari alam semesta atas diri anda.

sumber : Lifehack.org

Semoga Bermanfaat, Salam Berkelimpahan