Kita tidak dapat membujuk orang dalam situasi apapun kecuali kita tahu soal mereka dalam hal persepsi, kebutuhan, sensitivitas, bagaimana mereka membuat komitmen, dan apakah mereka dapat dipercaya. Setujukah Anda dengan pernyataan tersebut? Sementara itu, setiap orang pada dasarnya tidak berkuasa memaksa siapapun untuk melakukan apapun, melainkan orang tersebut memberi reaksi terkait apa yang dilakukan pihak lain.

Kalau memang ada kalangan tertentu, umumnya terkait dengan otoritas dan power, sehingga orang di sekitar ‘terkondisikan’ untuk selalu patuh, itu hanyalah karena mereka sama-sama mematuhi sistem, dan bukan semata-mata pada orangnya.

Ada yang kemudian bertanya: Sebagian orang terlihat mudah mempengaruhi orang lain, apa rahasianya? keterampilan apa yang diperlukan untuk menjalankan proses negosiasi yang efektif? Yang penting adalah adalah kenali diri sendiri. Apa yang ingin Anda negosiasikan untuk saat ini? Dengan siapa Anda harus bernegosiasi? Kepada siapa pengaruh itu diberikan?

 

Mulai Kenali Diri Sendiri

Mulai dari pertanyaan yang bersifat pribadi. Ditanyakan kepada siapa? Tentu saja pada diri sendiri. Tentang bagaimana orang melihat Anda. Siapa diri Anda secara umum? Apa kelebihan Anda? Mengapa orang lain bisa tertarik pada yang Anda tawarkan?

Apakah mereka menyadarinya atau tidak, semua orang memiliki gaya negosiasi alami – salah satu yang secara naluriah mereka anggap default dan merasa paling nyaman dengan selama negosiasi. Tidak ada gaya yang baik atau buruk, meskipun beberapa dapat lebih efektif dalam situasi tertentu.

 

Belajar dari Mindset Seorang Negosiator

Poin ini mungkin akan berguna bagi siapapun yang sedang atau akan terlibat situasi negosiasi, khususnya dalam situasi bisnis. Agar tidak salah tangkap maksud dari pihak lain yang sedang diajak negosiasi. Sebagaimana seorang tenaga penjual yang akan menawarkan sesuatu harus mengenali buyer persona, negosiator di level apapun mestinya kenal dulu dengan siapa negosiasi dan/atau tawar menawar itu dilakukan.

Barangkali ada yang belum familiar, buyer persona adalah orang-orang dengan karakteristik tertentu sebagai target konsumen. Buyer persona mencerminkan siapa konsumen terbaik dalam bisnis Anda, apakah mereka laki-laki atau perempuan, seperti apa penampilannya, bagaimana sifatnya, dari kelas sosial mana ia berasal, dan bagaimana ia mengambil suatu keputusan.