1. Natalie Thomas “Good Night Guarantee”

Berawal dari banyaknya pengaduan warga inggris yang mengalami sakit leher dan punggung karena kasur yang kurang nyaman. Dari sinilah berawal, Natalie Thomas diangkat menjadi seorang direktur dari “The Director of Bed Bouncing” (DOBB).

nathalie thomas

Sejak saat itulah perempuan berusia 39 tahun ini bersama timnya rutin melakukan pengecekan kenyamanan tempat tidur, mulai dari kasur, seperti apakah keempukkannya, Ia bisa meloncat-loncat, tiduran atau memantul-mantulkan tubuhnya dikasur tersebut, Ia tak bisa membayangkan akan memilih pekerjaan yang lain.

  1. Scott Ginsberg “Cara aneh yang menginspirasi”

scott

Pria satu ini mempunyai cara yang unik, berawal dari saat ia menjadi mahasiswa. Ketika mengikuti kegiatan kampus setiap peserta wajib menggunakan “nametag”, setelah kegiatan selesai para peserta melepaskan name tag tersebut. Namun berbeda dengan Scott, ia menggunakan nametag tersebut hingga 12 tahun, Ia membiarkan namanya dikenal dengan menggunakan nametag tersebut. Dari sinilah, ia menulis buku yang berjudul The Nametag Principle”, dengan menggunakan nametag tiap hari ia atau setiap orang yang menggunakan menunjukkan bahwa diri kita menjadi lebih siap bertemu dengan siapa pun, terbuka pada sesuatu hal dan peluang yang baru baik untuk pengembangan diri maupun karier. Selain itu juga menandakan dirinya terbuka untuk menolong orang lain. Sampai pada akhirnya, artikel Scott muncul di surat kabar amerika, dan profilnya muncul di CNN.

BACA JUGA : TIPS SUKSES STEVE JOBS

  1. Ken Aston “Mengubah kerusuhan menjadi Kartu Merah”

Ken Aston adalah Wasit asal Inggris. Ketika piala dunia tahun 1966 di Inggris, Aston menjadi komisi wasit di kejuaraan tersebut, terjadi keributan saat pertandingan Inggris melawan Argentina, dimana pemain Argentina melakukan pelanggaran keras yang membuatnya diminta untuk keluar dari lapangan. Namun pemain tersebut tak mau pergi, hal ini membuat Aston turun tangan masuk ke lapangan dan membujuk pemain tersebut.

ken aston

Usai bertugas, Aston masih memikirkan solusi mengatasi pemain yang tak mau diusir dari lapangan karena pelanggaran. Menurut Aston, aturan tak cukup dengan cara wasit mengusir kendala bahasa, cara itu harus diubah. Ketika memikirkan hal tersebut, Aston sedang terjebak di perempatan jalan dengan lampu merah yang menyala. Dari sinilah, ide itu muncul Ia membuat kartu merah dan kartu kuning. Dan ide itu telah mengubah tradisi menghukum pemain dari usiran verbal menjadi cukup dengan mengacungkan kartu merah. Sistem kartu merah-kuning tersebut kemudia diterima oleh FIFA dan mulai diterapkan pada tahun 1970.

  1. Uday Kotak “Pinjaman Win-Win Solution”

Seorang pengusaha kaya di India, berawal ketika ia bekerja di bank. Uday menemukan kenyataan yang  timpang di industry perbankan yang dikuasai bank-bank milik pemerintah. Suatu hari ia mendengar sebuah perusahaan di India membutuhkan dana pinjaman untuk menjalankan bisnisnya. Ia berpikir, jika ia bisa memberikan pinjaman pada perusahaan tersebut dengan suku bunga dibawah suku bunga bank dan ia meminjam uang dari pihak ketiga dengan bunga melebihi deposito, ia masih bisa mendapatkan untung.

Uday-Kotak

Pada saat itu, bank-bank di India menerapkan suku bunga deposito sebesar 6% namun bank bersangkutan memberikan pinjaman pada nasabah dengan bunga 16.5%, dari situlah ia mendirikan sebuah perusahaan simpan-pinjam. Berhasil dengan cara tersebut, Uday kemudian mengembangkan usahanya dengan sistem yang sama, yang saat ini dikenal dengan “win-win solution”.

Sejak saat itu Uday menjalankan bisnis keuangan dengan sistem diskon. Perusahaan Uday menjadi yang pertama di India yang dikonversi menjadi bank, yaitu Kotak Mahindra Bank. Tahun 2012 kekayaannya mencapai US$4,1 Milliar.

“Jika ia tak melihat peluang untuk mengubah sesuatu yang biasa, ia tak akan menjadi seperti sekarang. Namun dengan berani ia menawarkan sesuatu yang berbeda”.

kisah sukses