Ketika Loyalitas Pelanggan tidak cukup?,  Bagaimana dengan  strategi

“Word of Mouth”

word-of-mouth--ibzcoach

Tidak ada pertanyaan bahwa loyalitas pelanggan itu penting, Menurut sebuah survei terbaru oleh penyedia solusi bisnis digital Sabas Media, Pelanggan tetap dan pelanggan yang datang dari mulut ke mulut adalah sumber terbaik dari pendapatan untuk 80% dari usaha kecil, Tetapi  apakah anda cukup focus pada yang terakhir untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis?

shutterstock_-ibzcoach

Sementara investasi dalam pemasaran dan program loyalitas tentu saja merupakan strategi yang baik, diperlukan usaha yang keras untuk mendapatkan pelanggan yang dapat menangkap calon pelanggan dari mulut ke mulut, para ahli mengatakan :

“ Selama masih ada di dunia, Konsumen akan terus menerus berbicara tentang pengalaman pribadi mereka dengan toko, merek atau produk, dan mereka membuat dampak besar untuk memutuskan , Apakah mereka akan berbelanja dengan anda diwaktu yang akan datang ? “ Kata Lance Brown, Wakil presiden pengembangan produk di Sabas Media.

Brown dan Penumarthy berbagi saran untuk mendorong perbincangan pelanggan lama dan mengubah mereka menjadi pelanggan setia sesuai arahan mereka sendiri.

3 Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Fokus pada pengalaman pelanggan :

Tidak peduli apa produk atau jasa yang anda berikan, prioritas utama anda adalah harus memastikan bahwa pelanggan anda memiliki pengalaman yang hebat dengan merek anda, karena loyalitas pelanggan untuk menyebarluaskan informasi tersebut akan mengikuti secara alami,

perhatian

“ Pelanggan yang memiliki pengalaman positif akan menjadi pelanggan setia “ Menurut Penumarthy.

  1. Menawarkan hadiah untuk referensi :

kasih_barang-ibzcoach

Loyalitas pelanggan seringkali didasarkan pada sistem imbalan untuk melakukan pembelian, menawarkan pelanggan insentif tambahan untuk mengajak teman adalah cara sederhana namun efektif untuk menangkap potensi pemasaran “dari mulut ke mulut”, seperti memberikan diskon tertentu atau memberikan tawaran tertentu untuk kedua belah pihak.

  1. Mendengarkan tanggapan:

Saat ini komunikasi dapat dilakukan secara instan dengan update di beberapa media social, oleh karena itu pelanggan lebih mungkin untuk memposting tentang pengalaman merek dan berbagi dengan jaringan social medianya tentang pengalaman mereka, apakah itu baik atau buruk Tetaplah fokus pada apa yang pelanggan katakan tentang produk anda sehingga anda dapat merespon dengan tepat

social_media_hands

“Sangat penting bagi sebuah brand untuk mendengarkan dan mengatasi umpan balik pelanggan, sehingga ketika mereka memiliki pengalaman pelanggan yang buruk, tindakan yang tepat dilakukan untuk memperbaiki pengalaman mereka, karena pada saat yang sama konsumen juga memiliki kemungkinan yang sama untuk berbagi pengalaman positif, dapat dimulai dengan pendekatan yang baik”

Semoga Bermanfaat, salam pencerahan

Bisniscoaching.com

sumber : http://www.businessnewsdaily.com