Kenapa uang bisa menjelma menjadi kekuatan yang sangat powerful ?. Jawabannya, “ Karena manusialah yang membuatnya seperti itu. Dalam salah satu ceramah Gordon Gekko ( tokoh utama dalam film ‘Wall Street’- Money Never Sleeps’ ) mengatakan : “ You are part of the NINJA generation”. No Income, No Jobs, no Assets.

Ia meyakinkan, jika manusia tidak bisa mengbah sifat rakusnya, maka kehancuran dan krisis ekonomi dunia akan membuat semua yang hadir dalam ceramahnya itu menjadi NINJA (No Income, No Jobs, no Assets ). Manusia dengan sifat serakahnya telah banyak melakukan spekulasi dalam hidupnya. Ia mencontohkan, misalnya saat seseorang memiliki uang yang belum cukup untuk membeli sebuah rumah, ia akan mengambil kredit ke bank.

kredit rumah

Saat mendapatkan kredit untuk mendanai pembayaran rumah dan rumah tersebut sudah ditempati, kemudian timbul keinginan lain untuk melengkapi isi rumah dengan perabot. Maka ia pun akan segera membuat utang baru dengan cara memperpanjang jangka waktu kredit pembayaran rumahnya, sehingga ia memiliki uang tunai di tangan yang dapat dipakai untuk shopping atau untuk memuaskan hasrat konsumtif lainnya.

Begitulah pada awalnya, sampai tahu-tahu ia masuk ke perangkap “gali lubang- tutup lubang”. Hingga pada suatu titik, ketika ada salah satu bank yang collaps, maka runtuhlah perekonomian di dunia karena semua orang hanya berpegang pada utang, bukan pada kemampuan keuangan yang riil.

money oriented

Hipotesis itulah yang kemudian memunculkan ungkapkan, “ The mother of all evil is speculation!” dimana setiap tindakan, pemikiran atau keputusan yang spekulatif adalah biang dari segala kejahatan. Jadi PELAJARAN apa yang dapat kita tarik ?, berlawanan secara diametrical dengan gaya hidup hedonistic atau hyper-consumptive sebagaimana digambarkan oleh Gekko.

“ Mengelola keuangan yang membuat anda semakin kaya, adalah dengan lebih banyak menghasilkan uang daripada membelanjakannya- adalah ibu dari segala kebaikan. “

Karena dari gaya hidup inilah, paling sedikit, seseorang mula-mula bisa menyisihkan penghasilannya, menabung, kemudian terdorong menginvestasikannya, sampai suatu ketika, asetnya menjadi berkembang biak. Hebatnya lagi, pada saat jumlah asset dan kekayaan seseorang telah berkembang demikian pesat, serta-merta pola konsumsi dan gaya hidup orang tersebut tiba-tiba berubah. Bahkan dalam banyak kasus orang-orang yang sukses, mereka justru semakin bersemangat mengelola portofolio dengan terus berusaha menempatkan asset-asetnya di ladang yang subur, sambil tetap menjalani hidup sederhana.

gaya hidup sederhana-steve jobs

Bagaimana uang itu akan bermuara ?, apaka sudah dapat kita bayangkan?. Karena akumulasi asset, uang dan investasi akan berjalan secara compounding, hingga kemakmuran ekonomilah yang menjadi konsekuensi loisnya. Inilah yang dimaksud “MONEY NEVER SLEEPS”, uang tak pernah tidur. Bahkan ketika kita tidur pulas, uang terus bergerak, bertumbuh dan berkembang biak.

konsumtif

Lalu, darimana gaya hidup yang lebih banyak menghasilkan uang daripada membelanjakannya ?, jawaban pasti adalah, semua berawal dari dalam pikiran. Pikirkanlah yang paling bertanggung jawab atas kemakmuran atau kebangkrutan seseorang. Karena dari pikiranlah, menjelma menjadi sebuah tindakan dan kebiasaan, segala bentuk kemelaratan dan kemakmuran bermula. Secara sadar atau tidak, kondisi ekonomi atau tingkat kesejahteraan kita saat ini merupakan hasil dari benih yang kita tanam sejak 10, 15 atau 30 tahun yang lalu. Bukan kondisi perusahaan, bukan pula kondisi perekonomian Negara, apa lagi baik tidaknya pimpinan atau bos kita, karena yang bertanggung jawab atas kemakmuran atau kemiskinan kita hari ini adalah diri kita sendiri. Benih pikiran seperti menunda kesenangan, tidak mengutamakan penampilan luar, hanya membeli yang benar-benar diperlukan bukan yang sekedar diinginkan, adalah fondasi kemakmuran.

Siapa tak kenal Warren Buffet ??

BACA JUGA : UBAH HIDUP ANDA, DARI PELAJARAN WARREN BUFFET

6warren buffet

Warren Buffet adalah orang terkaya di dunia versi majalah forbes. Ia seorang pria yang sederhana dan dermawan, salah satu kesederhanaannya adalah dengan memiliki kekayaan hampir Rp 1000 Trilliun buffet tetap memilih tinggal di rumahnya yang sudah ditempatinya sejak tahun 1958 di Nebraska.

 

dikutip dari : Majalah LuarBiasa