Berbicara dalam sebuah pertemuan, atau presentasi didepan tim maupun rekan kerja anda tentu pernah dirasakan sebagian besar orang. Apakah kita melakukannya dengan baik ? , atau bisa menjadi buruk, karena kedua hal tersebut sangat mempengaruhi cara orang berpikir tentang kita. Inilah salah satu penyebab mengapa berbicara di depan umum menyebabkan begitu banyak kecemasan dan keraguan saat kita melakukannya.

Kabar baiknya adalah, dengan persiapan dan latihan yang rutin, anda dapat mengatasi rasa gugup dan melakukannya dengan baik, berikut strategi untuk menjadi pembicara yang baik :

Kemampuan berbicara di depan umum adalah keterampilan yang dapat dipelajari, sehingga dengan demikian anda dapat menggunakan strategi berikut ini untuk menjadi pembicara yang menarik dan lebih baik

Pentingnya paragraph pertama dalam buku menentukan seorang pembaca untuk mengambil buku tersebut atau tidak, begitu juga sebagai seorang pembicara prinsip yang sama berlaku dari awal pembukaan pembicaraan anda, karena anda perlu sebuah “intrik” dengan pendengar dan penonton anda. Misalnya, anda dapat memulai dengan judul atau fakta menarik yang berhubungan dengan topik yang akan anda bicarakan, dapat juga dengan menggunakan “story telling” agar anda mendapatkan perhatian pada kesan pertama

TIPS : semakin sering anda memiliki kesempatan untuk berbicara di depan umum, maka semakin membantu anda berlatih dengan baik.

Praktek

“practice makes perceft”, anda tidak akan bisa menjadi percaya diri tanpa melakukan praktek, karena untuk mendapatkan latihan, tentu dengan mencari peluang untuk berbicara di depan orang lain, agar anda tahu dan bisa bagaimana menempatkan diri dalam situasi dimana anda berbicara di depan umum. Persiapkan bahan untuk presentasi atau pidato anda, semakin banyak materi tentu semakin banyak pula waktu yang diperlukan untuk berlatih.

tips-public-speaking

Libatkan diri anda dengan Audiens

Ketika anda berbicara, cobalah untuk melibatkan audiens. Dengan mencoba membangun komunikasi dua arah, anda mencoba untuk terbuka pada audiens sehingga pembicara dengan audiens akan terlibat dan menangkap pesan anda lebih mudah dibanding hanya diri anda saja yang menjelaskan.

Perlu diingat dengan pemilihan kata-kata, karena ada beberapa kata yang dapat mengurangi kekuatan anda sebagai seorang pembicara. Seperti, kalimat berikut ini “Saya, berpikir ini adalah salah satu rencana terbaik“ dengan kalimat berikut ini “Saya hanya ingin menambahkan bahwa saya pikir kita bisa memenuhi tujuan dengan rencana ini”, kata-kata “hanya” dan “saya pikir” membatasi otoritas dan keyakinan anda dalam berbicara. Berbeda juga dengan kata berikut ini “saya benar-benar….” dengan “sebenarnya saya…”, menggunakan kata “sebenarnya” menyampaikan ungkapan rasa tunduk.

tips-jadi-pembicara-bisnis

Bahasa Tubuh .

Perhatikan bahasa tubuh anda, jika anda tidak menyadari hal tersebut, bahasa tubuh anda akan memberikan petunjuk halus tentang keadaan batin anda ( cemas, gugup, tenang atau rileks ). Jika anda merasa gugup, atau tidak percaya diri dengan apa yang anda katakan, tentu audiens akan bisa segera tahu dari bahasa tubuh anda.

Berdirilah tegak, ambil nafas dalam-dalam, “ eye contact” buat kontak mata dengan audiens dan jangan lupa berikan senyum. Usahakan tidak bersandar pada satu kaki atau menggunakan gerakan yang tidak wajar.

public-speaking

Berpikir Positif

Dengan berpikir positif dapat membuat perbedaan yang besar dalam keberhasilan komunikasi anda, karena membantu anda merasa lebih percaya diri. Rasa takut membuat semua menjadi “negatif self-tak“, terutama sebelum anda memulai berbicara, Karena “negative thinking” dapat dengan mudah men”sabotase” diri anda, menurunkan rasa percaya diri anda, dan membuat diri anda mustail untuk mencapai keberhasilan maupun kemampuan anda.

Seberapa sering anda mendengar atau menonton pembicara yang kacau?, tentu tidak terlalu sering.

Ketika harus berbicara di depan orang lain, kita bisa membayangkan hal-hal buruk terjadi. Jika hal tersebut terus membayangi diri anda, hal tersebut akan membuat anda gugup bahkan pingsan, Jadi bangunlah pikiran anda dengan “pola pikir yang positif”