Anda pasti sudah sering mendengar bahwa seseorang itu semakin dikejar, semakin menjauh. Jangan salah sangka, ini bukan hanya terkait dengan hal pribadi, melainkan juga urusan jual beli. Karena konsumen semakin pintar, maka mereka membutuhkan sesuatu yang lebih dari iklan. Artinya, sebagai penjual kita tidak semestinya buru-buru melakukan penjualan, melainkan dengan menawarkan sesuatu yang lain terlebih dahulu, baru setelah itu kita menjual dengan halus.

 

Memulai dengan Cerita Inspiratif

Jujur saja, Anda pun kemungkinan juga tidak suka saat disuruh membeli sesuatu. Karena itulah banyak iklan yang Anda skip saja. Tapi apakah semua iklan tidak menarik? Ternyata ada cara untuk membuat iklan yang menarik dan membuat orang tersentuh. Kita bisa memulainya dengan cerita inspiratif. Itulah yang menjadi ‘formula’ pada iklan-iklan dari Thailand.

Beberapa iklan Thailand bahkan menjadi viral di jejaring sosial karena di dalamnya menyuguhkan adegan-adegan mengharukan. Ada sebuah iklan dari produk shampo dengan konsep seorang anak tuna rungu ingin bisa main biola dan mengikuti kontes musik.

Anak itu menjadi tokoh utama dalam cerita yang mewakili orang-orang yang berjuang untuk impian besarnya. Dengan ide besar untuk menembus keterbatasan bahwa semua orang bisa ‘bersinar’ (everyone can shine), maka ide itulah yang mengangkat citra produk yang diiklankan. Orang yang melihat jadi terkesan bahwa produk sampo itu membuat yang memakai lebih bersinar atau berkilau rambutnya.

Ada lagi salah satu iklan produk asuransi yang mana seorang laki-laki rela memberikan banyak uang untuk pemulung, sehingga anak si pemulung itu bisa sekolah, iklan CCTV yang mengangkat cerita seorang gelandangan yang diusir pemilik toko, dan ternyata selama ini menjadi pelindung toko, dan iklan lain yang mengangkat konsep cerita inspiratif dalam iklan.

 

Membangun Brand Awareness melalui Media Sosial

Membangun citra produk melalui media sosial bisa dilakukan oleh copywriter. Sekian banyak konten yang terlihat di media sosial, sebut saja facebook dan instagram, sebagian di antaranya adalah konten promosi. Semakin tinggi kemampuan copywriter, maka pembaca mungkin tidak sadar kalau sebenarnya itu adalah tulisan promosi. Ini lebih ke brand awareness karena memang media sosial bisa menjadi alat branding. Setidaknya mereka sudah tahu soal produk atau jasa yang ditawarkan.

Untuk melatih kemampuan Anda dalam memasarkan produk dan jasa Anda saat membangun bisnis Anda sendiri, ikuti seminar Be a Great Sales pada tanggal 30 Oktober 2018 di Novotel Solo. Info lebih lengkap hubungi 08112652244.