Beginilah Cara Berdagang Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya berperan sebagai nabi utusan Allah untuk menyebarkan agama Islam, Nabi Muhammad SAW juga dikenal sebagai pedagang yang sukses.

Sejak usia sangat muda, beliau sudah dipercaya untuk mengelola usaha pamannya. Berikut adalah beberapa cara berdagang yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW:

1. Memenuhi Rukun Jual Beli

Jual beli bernilai bernilai ibadah tentunya dengan mengikuti syariat agama. Beberapa syariat dalam jual beli antara lain :

  • Penjual harus sehat akal dan memiliki barang yang akan dijual, atau mendapatkan ijin untuk menjualnya.
  • Barang yang dijual harus merupakan barang Halal, dan barang yang bermanfaat.
  • Adanya alat tukar yang sah, dalam hal ini adalah uang.
  • Adanya akad, yaitu adanya ijab (penyerahan) dan qabul (penerimaan) dengan perkataan bahwa penjual pembeli sepakat bertransaksi.

2.Tidak Menimbun Barang Dagangan

Menimbun barang dagangan dengan maksud agar dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi di saat orang-orang sedang mencari dan tidak mendapatkannya merupakan perkara yang dilarang oleh syariat.

Sebagian ulama mengkhususkan barang yang dinyatakan dapat ditimbun hanya pada barang pangan. Ada pula pendapat lain menyatakan bahwa penimbunan dalam segala bentuk barang hukumnya haram karena berbahaya dapat menjadikan harga barang tidak stabil.

Para ahli fikih berpendapat bahwa yang dimaksud dengan penimbunan yang diharamkan adalah :

  • Barang yang ditimbun adalah kelebihan dari kebutuhanya berikut tanggungan untuk persediaan satu tahun penuh, karena seseorang boleh menyimpang persediaan nafkah untuk dirinya dan keluarganya untuk persiapan selama satu tahun, sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.
  • Orang tersebut menunggu saat-saat memuncaknya harga barang agar ia dapat menjualnya dengan harga tinggi.
  • Penimbunan dilakukan pada saat di mana manusia sangat membutuhkan barang yang ditimbun.

3.Menepati Janji

Nabi Muhammad SAW dalam berdagang selalu menjaga kepercayaan pelanggan, di antaranya adalah selalu menepati janji. Beberapa pelanggan yang meminta barang atau memesan barang selalu ditepati janjinya oleh beliau.

Nabi Muhammad SAW selalu mengedepankan tanggung jawab kepada pelanggan dan integritas yang tinggi. Barang-barang yang dipesan oleh pelanggan akan disiapkan dan dikirimkan tepat waktu oleh Nabi Muhammad SAW.

4.Tidak Menjelek-jelekkan Bisnis Orang Lain

Nabi Muhammad SAW mengatakan kepada pengikutnya untuk tidak menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual orang lain. Karena prinsip berbisnis adalah memuaskan pelanggan, bukan mematikan bisnis orang lain. Yang perlu Anda lakukan adalah menonjolkan kualitas produk Anda, dan biarkan pelanggan yang menilai.

Beginilah Cara Berdagang Nabi Muhammad SAW

Itulah cara-cara berdagang yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Bagi Anda yang ingin lebih meningkatkan kemampuan bisnis, bisa kunjungi website kami di https://ibizcoach.com/ untuk mengetahui update info pelatihan dan workshop yang diadakan untuk Anda.