Saat kita membuka media sosial, tak jarang di sana bermunculan iklan-iklan. Tapi apakah iklan-iklan itu semua menarik? Tentu tidak. Sebagian justru ada iklan-iklan terselubung yang kebanyakan orang akan skip saja. Khususnya untuk promosi di era digital, bagaimana agar iklan tak sekadar iklan?

 

1.Manfaatkan Keahlian Bercerita (Storytelling)

Umumnya orang tidak suka bertemu dengan orang yang menjual sesuatu yang tidak ia butuhkan. Saat di lapak online melalui media sosial, apa yang Anda lakukan ketika membaca konten yang merupakan script promosi mereka dan terkesan seperti spam? Anda lewati? Itu wajar, apalagi kalau itu muncul terlalu sering. Coba posisikan sebagai pembuat iklan itu. Hati-hati saat script jualan kita mengganggu, ujung-ujungnya, jualan itu malah tidak laku.

Sebagai solusinya, coba buat kata-kata promosi atau iklan yang lebih halus dan bernada cerita, sehingga disukai pembaca. Mungkin Anda pun lebih suka status yang berbau cerita dibandingkan status jualan. Kalau mereka suka, mereka akan mau beli produk Anda, maka ilmu storytelling ini sangat penting untuk dikuasai.

 

2.Mempersuasi Orang dengan Elegan

Menjual berarti mengajak atau mempengaruhi orang agar mau menerima sesuatu yang kita tawarkan. Kalau Anda berniat mempengaruhi orang lain untuk membeli produk Anda, setidaknya Anda perlu menggunakan kata-kata tertentu biar mereka terpengaruh. Maka ilmu persuasi ini penting Anda miliki.

Coba tanyakan pada diri Anda sendiri. Sukakah Anda melihat iklan? Sukakah Anda saat dijuali sesuatu oleh orang yang ingin Anda membeli ke mereka? Meskipun mereka terkesan minta belas kasihan. Mungkin Anda beli, tapi karena kasihan dengan mereka. Tentu saja itu tidak elegan dan sama sekali tidak berkelas.

 

3.Iklan sekaligus Ajakan untuk Suatu Kebaikan

Pernahkah Anda melihat iklan sebuah produk makanan sekaligus kampanye gaya hidup sehat? Iklan softselling seperti ini bisa dijumpai dalam bentuk web series di YouTube. Produk yang diiklankan, biasanya baru muncul di akhir episode. Promosi produk melalui web series dikemas menarik sehingga penonton tidak merasa begitu terganggu. Tidak seperti melihat iklan, tapi orang akan terkesan seperti menonton film. Jika web series digarap serius, jumlah penontonnya terus meningkat

 

4.Jangan Lupakan Empati

Gaya jualan dengan iklan bercerita akan menjadi strategi untuk menyentuh emosi pembaca dengan rangsangan otak reptil manusia. Barangkali Anda belum tahu, otak reptil adalah bagian otak yang bertugas untuk mengambil keputusan. Nah, di dalam penjualan, bagian inilah yang akan bertugas mengambil keputusan pada para pembeli apakah mereka mau beli atau tidak.

Intinya, untuk beriklan pun membutuhkan keahlian sedemikian rupa yang tujuannya menemukan sesuatu yang disukai orang. Kemampuan untuk mengetahui apa yang dibutuhkan orang ini juga butuh empati. Itulah keahlian yang terkesan sepele tapi ampuh untuk menjalankan bisnis online Anda. Sudahkah Anda menguasainya?

Untuk melatih kemampuan Anda dalam memasarkan produk dan jasa Anda saat membangun bisnis Anda sendiri, ikuti seminar Be a Great Sales pada tanggal 30 Oktober 2018 di Novotel Solo. Info lebih lengkap hubungi 08112652244.