Dalam dunia olahraga, kita sering mendengar ada seorang atlet tentu menginginkan dirinya lebih dari yang lain. Sebuah sikap yang terlalu dini untuk ditunjukkan dalam dunia olahraga, karena tentu perlu kesiapan yang matang baik dalam menggunakan setiap tetes energi dalam dirinya untuk dapat memberikan performa terbaik dalam setiap pertandingan. Sebagai seorang pemain tentu harus siap untuk menjadi yang dikalahkan suatu saat nanti. Tentu naluri yang menyakitkan ketika kita harus mempersiapkan diri kita untuk kalah, bukan hanya untuk menang saja. Karena orang-orang tidak akan berhenti untuk mencapai keberhasilan. Disinilah pekerjaan seorang coach, bukan hanya untuk menginspirasi, juga menyalurkan motivasi untuk digunakan agar memaksimalkan kinerja baik untuk diri sendiri maupun tim.

winning team

 Motivasi berasal dari dua tempat, pertama instrinsik berasal dari dalam dan ekstrinsik yang berasal dari luar atau kekuatan eksternal. Sebagai seorang Leader, tentu sangat mudah untuk mengandalkan insentif, denda atau motivasi ektrinsik lainnya. Akan tetapi, –  “ Jika anda melakukan X, maka anda akan mendapatkan Y “- . Para coach sepak bola terbaik dan para pemimpin terbaik di suatu perusahaan memahami bahwa untuk membangun sebuah budaya yang benar-benar berjalan dan berhasil, perlu membuat motivasi instrinsik. Karena inspirasi seseorang terhadap pemimpin dalam melakukan pekerjaan yang besar dan mencintai pekerjaannya, bukan hanya karena mereka akan menerima sebuah penghargaan atau trofi di akhir pekerjaannya.

Bagaimana cara menanamkan budaya tersebut?..

Berikut enam langkah yang dapat menumbuhkan motivasi instrinsik untuk bisnis dan perusahaan anda.

  1. Link individu untuk keberhasilan tim

team building

Motivasi akan meningkat ketika seorang atlet mengetahui tindakan mereka dapat membuat perbedaan antara kemenangan tim atau kerugian tim. Di lapangan, hal ini tentu terlihat jelas, sebagai contoh ketika bola terlepas terdapat perbedaan antara apakah bola ini akan menjadi omzet atau tujuan ??… , begitu juga di tempat kerja, hubungan antara pekerjaan sehari-hari seorang karyawan dan keberhasilan bisnis suatu perusahaan. Sebagai seorang karyawan tentu harus memahami pentingnya kontribusi mereka terhadap keberhasilan tim mereka dan perusahaan secara keseluruhan.

  1. Menerapkan strategi untuk “ Kemenangan kecil”

hard work

Salah satu rahasia atlet yang sukses adalah kemampuan mereka untuk memecah tujuan menjadi beberapa bagian yang diskrit. Bukan hanya berfokus pada impian memecahkan rekor, akan tetapi mereka berfokus pada langkah-langkah kecil yang akan membantu mereka sampai disana. Seperti, meningkatkan jarak tempuh latihan, mengangkat beban lebih banyak dari biasanya, bahkan dimulai juga dari hal yang kecil seperti meminum lebih banyak air putih setiap hari atau hal kecil lain, yang kelak sedikit demi sedikit akan berdampak bagi keberhasilannya.

Psikolog Karl Weick, mengatakan bahwa tujuan dapat menjadi kontraproduktif untuk sebuah motivasi. Karena orang-orang sering berkecil hati ketika berhadapan dengan tantangan yang menakutkan dan besar. Saran dari Weick adalah, membingkai tujuan-tujuan tersebut menjadi tantangan yang lebih kecil dengan hasil yang dapat terlihat itulah disebut “Kemenangan Kecil”. Karena kemenangan kecil memungkinkan tim anda untuk focus dalam membuat kemajuan yang mantap dan memotivasi mereka untuk terus bekerja meuju tujuan yang lebih besar.

  1. Praktek…!!!

Learning-By-Doing

Sebagai atlet, ketika mereka melihat keterampilan mereka membaik, motivasi intrinsic mereka tumbuh dan mereka bekerja lebih keras untuk mendapatkan hal yang lebih. Berikan tim anda kesempatan untuk berlatih dan mengasah kemampuan mereka, apakah itu melalui pelatihan internal seperti pelatihan dari perusahaan ataupun workshop dari sumber daya eksternal lainnya. Hal ini dapat juga didukung oleh tata letak ruangan, ada banyak sekali keterampilan bangunan maupun ruangan yang tersedia. Dengan begitu, tim anda akan menentukan sikap terhadap pekerjaan mereka dan meningkatkan kinerja mereka.

  1. Membangun hubungan

relation

Seorang atlet yang peduli terhadap Coach dan rekan satu tim mereka menjadi investasi terhadap keberhasilan sebuah tim. Karena sebagai seorang manajer, tentu harus dapat menciptakan ikatan sosial yang saling menyebar di antara anggota tim. Bukan berarti, hubungan pertemanan seperti di facebook atau keluar untuk sekedar minum-minum, akan tetapi berarti “membuat upaya bersama untuk saling memahami, baik dari kelemahan, kekuatan, nafsu dan ketakutan satu sama lain.”

  1. Pujilah pada USAHA, BUKAN pada HASIL

ucapan sukses

Mengakui kontribusi karyawan baik besar  maupun kecil, dan dengan penguatan yang positif. Namun perlu diingat bahwa, lebih baik untuk menghargai upaya dari orang tersebut. Terlalu banyak pujian yang umum atau biasa seperti “ Kamu memang hebat” atau “Kamu seorang leader yang sukses”, benar-benar menurunkan motivasi seseorang. Beralih lah mulai saat ini juga untuk memuji usaha mereka dalam mencapai hasil yang mereka capai.

Para peneliti dari Universitas di Chicago menemukan bahwa anak-anak yang dipuji karena kinerja mereka – seperti contoh “kamu bekerja sangat keras”- bukan berisi pujian pribadi yang abstrak dan tidak jelas seperti “kamu memang cerdas” lebih mungkin untuk merangkul tantangan tugas di masa depan.

“MEMPERKUAT KERJA KERAS MEMBANTU KARYAWAN MEMAHAMI, APA YANG MEMBUAT MEREKA MENJADI SUKSES”

  1. Bersenang-senang

winningteam

Yang memotivasi adalah yang paling bahagia. Tapi apa yang lebih penting??..motivasi atau kesenangan?.. ahli ekonomi Andrew J. Oswald memperlajari dampak kebahagiaan pada produktivitas dan menemukan bahwa pola pikir positif dapat meningkatkan kinerja. Dalam salah satu studi menunjukkan bahwa, orang yang melihat video komedi 12 % lebih produktif dibandingkan dengan yang melihat video kurang lucu.

Motivasi intrinsic sangat penting bagi tim yang berkinerja tinggi. Para pemimpin yang memahami perbedaan antara motivator internal dan eksternal tahu bagaimana memanfaatkan dan memiliki peluang dalam berkompetisi baik di lapangan maupun di pasar. Mengakui kontribusi karyawan baik besar  maupun kecil, dan dengan penguatan yang positif. Namun perlu diingat bahwa, lebih baik untuk menghargai upaya dari orang tersebut. Terlalu banyak pujian yang umum atau biasa seperti “ Kamu memang hebat” atau “Kamu seorang leader yang sukses”, benar-benar menurunkan motivasi seseorang. Beralih lah mulai saat ini juga untuk memuji usaha mereka dalam mencapai hasil yang mereka capai.

Para peneliti dari Universitas di Chicago menemukan bahwa anak-anak yang dipuji karena kinerja mereka – seperti contoh “kamu bekerja sangat keras”- bukan berisi pujian pribadi yang abstrak dan tidak jelas seperti “kamu memang cerdas” lebih mungkin untuk merangkul tantangan tugas di masa depan.

“MEMPERKUAT KERJA KERAS MEMBANTU KARYAWAN MEMAHAMI, APA YANG MEMBUAT MEREKA MENJADI SUKSES”